''Musim hujan membuat ku rindu pada raut wajahmu.''
Mendengar suara
mu dari ceria hingga isak saat gerimis itu merintik. Hujan menghiasi
setiap lereng hatimu yang mengkabut dan dingiN.
''Aku ingin menjadi
perapian yang menghangatkan setiap hari saat hatimu membeku.'' tapi kau
tetap terisak dan mengepulkan asap yg mencegah petang menjadi senja
berwarna jingga.
Ada yg bergulung dalam gemuruh sunyi. Mungkin senja
menguap atau angin yg berseru bahwa kabut akan menjelma menjadi gerimis
rintik. Yang terus terdengar dengan seluruh geletar rindu.